REVIEW: The Will To Keep Winning, Bukan Cuma Untuk Para Gamer!

Legenda hidup!

Itulah 2 kata yang mendefinisikan siapa itu Daigo Umehara. Dia adalah legenda hidup dalam dunia esport, terutama pada genre fighting game, dan khususnya pada game Street Fighter.

Setelah cukup lama beredar di Jepang, akhirnya buku dari Daigo Umehara berjudul The Will To Keep Winning muncul edisi bahasa inggrisnya beberapa bulan yang lalu. Buku yang menjadi sorotan para penggemar fighting game di seluruh dunia.

Mengulas sedikit awal “kemunculan” Daigo menjadi salah satu legenda hidup esport dan terutama genre fighting game di dunia adalah pada event EVO #37. Pada salah satu ronde pertandingan dengan Justin Wong kala itu, Daigo melakukan comeback (membalikan ketertinggalan dari lawan), dengan cara yang sangat fenomenal dan luar biasa.

Ketika itu posisi Daigo sudah 99% kalah, dengan life bar kosong (apapun serangan special yang kena, baik telak maupun di blok, akan menghasilkan kekalahan), sementara sang lawan masih punya 1/4 life bar dan super bar  terisi penuh. Secara kasat mata, peluang kalah Daigo adalah 99%. Pada moment tersebut, Daigo melakukan hal yang gila, dia memprovokasi Justin untuk melakukan serangan padanya. Dan…. si Justin terpancing, dia menyerang menggunakan super combo (sebuah kombinasi serangan beruntun 16 hit dari Chun Li). “Sudah, kalah nih Daigo”, begitu pikir semua penonton.

Nah, di saat seperti itu, Daigo melakukan parry (gerakan menepis dalam Street Fighter III, yang membuat serangan apapun tidak mengurangi life bar) terhadap Super Combo si Justin. Ya, cara melakukan parry sangat mudah dan sederhana, tapi melakukan dalam timing yang pas yang cuma sepersekian detik sebelum serangan lawan masuk, ini yang luar biasa. Terlebih ada 16 serangan beruntun, dan kondisi saat itu ada tekanan besar karena berlaga di turnament kelas dunia (EVO 2004). Dan….sontak seluruh penonton menjadi heboh saat Daigo mulai menepis Super Combo tersebut satu persatu, yang kemudian diakhiri dengan Daigo melakukan serangan balik nan elegan. WOOOOAAA….. moment yang sungguh memorable. Dan sejak saat itu, nama Daigo dikenal luas di dunia (sebelumnya sudah tenar duluan di dunia fighting game Jepang sana sebagai salah satu dari 5 “dewa” fighting game 2D).

ini nih, moment luar biasa tersebut!evomoment37-hd-750

Selain itu, Daigo juga masuk dalam catatan Guiness World Record sebagai pemain dengan jumlah juara terbanyak pada berbagai event mayor untuk game Street Fighter.

 

Ah, ini buku hanya untuk gamer saja kan?

daigo-book

Bukunya dapet dari sini

Mungkin itu yang pertama ada di pikiran kebanyakan orang. Jujur, awalnya sayapun berpikir demikian. Setelah membaca buku tersebut sampai pertengahan, saya menemukan banyak hal yang bisa diaplikasikan ke berbagai bidang kehidupan, bukan hanya gamer saja.

Sebenarnya, selain menceritakan tentang siapa itu Daigo Umehara, buku ini juga memberikan banyak insight yang salah satunya adalah: Membuat peningkatan pada diri sendiri, setiap hari, sesederhana apapun itu. Dan peningkatan diri tersebut bukan berdasar pada standar orang lain, tapi dengan standar yang kita tetapkan pada diri kita sendiri. Salah satu contoh dalam buku tersebut, Daigo memberikan perumpamaan: Saat kita terbiasa berbelanja di sebuah tempat, ada baiknya mencoba berbelanja di tempat lain. Mungkin di tempat lain tersebut kita akan menemukan barang yang sama dengan harga yang lebih murah, meski cuma beberapa sen saja. Nah, hal tersebut merupakan sebuah peningkatan pada diri kita. Sebuah perubahan besar selalu diawali dengan perubahan kecil, kurang lebih seperti itu.

Di buku ini juga ada banyak inspirasi dan filosofi hidup yang menarik. Bagi Daigo, jika suatu hal sudah tidak kita nikmati lagi, ada baiknya kita mencoba melakukan hal baru yang menurut kita menarik. Karena dari situ bisa jadi kita akan menemukan hal yang akan berguna bagi kehidupan kita di masa mendatang. Salah satunya saat Daigo merasa jenuh dengan hingar bingar dunia game, dia memutuskan keluar dan melakukan hal baru, belajar Mahjong. Pada Mahjong, Daigo memulai semua dari awal dan belajar keras setiap hari (bisa sampai 10 jam setiap hari).

Belajar dari yang terbaik yang bisa kita temui

Salah satu cara singkat mencapai kesuksesan adalah dengan mengambil “jalan pintas”. Eiitt…. jalan pintas yang saya maksud ini adalah yang positif. Kita bisa belajar dari yang lebih ahli daripada kita, entah secara langsung maupun tidak langsung. Nah, Daigo belajar bermain Mahjong dari pemain terbaik yang bisa dia temui, yaitu Tanaka. Dengan belajar tekun, Daigo akhirnya bisa mencapai level yang cukup untuk masuk sebagai pemain Mahjong profesional. Pada level tersebut, banyak pemain veteran yang menyebut apa yang Daigo lakukan termasuk sangat cepat, karena dia baru belajar bermain Mahjong secara serius dalam kurun kurang dari 2 tahun saja. Dia menemukan, ada beberapa hal dari insting gamernya yang berfungsi saat bermain Mahjong.

BTW, hal ini juga dilakukan oleh Tokido, seorang pemain kelas dunia lain yang belajar tentang Street Fighter dari Daigo.

Sayangnya, menjelang seleksi masuk dunia Mahjong profesional di Jepang, dia merasa jenuh. Dan pada akhirnya memutuskan keluar dari dunia Mahjong dan memilih bekerja pekerjaan “biasa”. Dia memutuskan menjadi perawat untuk panti jompo. Ketika itu, tiba-tiba dia kehilangan semua antusiasmenya pada dunia mahjong. Dari bekerja menjadi perawat tersebut, Daigo menemukan banyak hal baru, salah satunya menjadi lebih menghargai hidup (lebih dewasa pokoknya). Dia akui, pekerjaan menjadi perawat memang membosankan, tapi ada banyak hal yang dia pelajari dari merawat para manula tersebut, terlebih tentang kehidupan.

 

Dan….akhirnya kembali lagi….

Setelah vakum beberapa tahun dari dunia game (4 tahun lebih), seorang kawan memaksanya datang ke sebuah arcade center (tempat ding dong kalau di Indonesia), untuk datang dan mencoba memainkan Street Fighter IV (seri baru kala itu). Awalnya Daigo enggan, tapi setelah dipaksa dia pun datang. Dan seperti yang kita ketahui, hobi sulit dilawan, akhirnya Daigo memainkan game tersebut, dan menjadi keterusan (walau hanya pada “level” refreshing saja). Secara berkala dia datang ke arcade center (walau tidak sering), dan sontak kabar tersebut menyebar luas di Jepang: “Daigo telah kembali!”. Bahkan, arcade center tempat dia biasa bermain tiba-tiba menjadi ramai dengan kedatangan para pemain jago dari penjuru Jepang, hanya untuk bertanding dengan Daigo.

Hingga akhrinya, Daigo sempat bermain di beberapa turnamen lokal di Jepang, dengan hasil yang lumayan (sudah lama vakum men, dan ada pekerjaan lain juga). Hingga pada akhirnya, dia ikut di EVO 2009 dan menjadi juara di sana.

Pada titik tersebut, Daigo masih menganggap bermain game hanyalah sekedar hiburan belaka. Sampai Madcatz (produsen alat gaming) datang dan menawarinya kontrak menjadi pemain profesional. Hal yang dipikirkan dengan matang oleh Daigo. Hingga pada akhirnya, dia memutuskan menerima tawaran tersebut. Dengan pertimbangan tidak ingin menyesal karena tidak bisa melakukan apa yang ingin dia lakukan (selagi ada kesempatan). Dan jadilah dia gamer profesional pertama di Jepang.

Advertisements

2 comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s