5 Alasan Kenapa Jangan Jadi Desainer Grafis Penuh Waktu

graphic-designSelain menyenangkan, pekerjaan sebagai desainer grafis juga memiliki hal-hal yang menyebalkan. Hal itu pula yang membuat saya pada 2007 bertekad untuk menjadikan desainer grafis bukan profesi utama, tapi kegiatan hiburan. Pingin tau alasannya? Berikut alasannya

 

01. Banyak klien yang suka dadakan

Jika kamu menjadikan desainer grafis sebagai profesi, kesabaran dan keikhlasan adalah modal utama (selain skill). Sering terjadi klien menghilang tanpa kabar, dan tiba-tiba datang dengan kerjaan/revisi yang harus diselesaikan dalam waktu dekat. Sering juga klien tidak segera memberikan data/materi dengan segera, dan saat mepet masa produksi tiba-tiba klien datang dengan data/materi yang diperlukan (belum termasuk revisi).

Saat magang di Jakarta, sering tim desain nganggur dari pagi sampai sore. Menjelang jam pulang, tiba-tiba tim marketing memberi materi yang harus siap besok pagi. WTF bgt dah….. Dan hal seperti ini banyak dan sering terjadi

 

02. Revisi berkepanjangan layaknya serial Tukang Haji Naik Bubur

Bertemu klien yang insecure atau perfeksionis dan banyak maunya? Selamat! Anda dapat zonk!

Klien tipe seperti ini sangat menyebalkan, mereka minta banyak perubahan di tengah jalan, yang biasanya hanya hal yang sepele. Ada perubahan dikit, minta revisi terus menerus setiap ada perubahan (padahal yang minta mereka sendiri). Sudah sekian banyak revisi, dan tiba-tiba mereka minta balik mundur sekian revisi ke belakang? Siapkan gelas plastik untuk dibanting!

Tidak perduli seberapa besar nilai pekerjaannya, biaya non teknis juga harus dihitung. Enakan mana, dapat proyek besar tapi butuh proses pengerjaan berbulan bulan nan ribet (3-6 bulan) atau proyek yang kecil tapi mudah dan cepat selesai (1-3 hari selesai)?

 

3. Ditawar dengan harga tidak masuk akal

Terkadang ada klien yang kelihatannya sok keren dan mengapresiasi desain kita dengan baik. Saat bicara harga, mereka ternyata pokil dan sangat ngirit. Belum lagi kalau ternyata mereka klien yang riwil seperti di point no 1 dan no 2. Banting saja orangnya :v

 

4. Selalu membuat desain baru tiap ada kerjaan datang

Mungkin hal ini tidak menjadi masalah untuk para desainer grafis idealis dan rajin (atau terpaksa karena tidak punya pilihan lain). Untuk desainer pemalas macam saya, hal ini masalah besar. Karena kita harus memikirkan dari awal untuk setiap kerjaan baru, dan itu menguras waktu dan pikiran.

Jujur, saya lebih senang dengan klien yang langsung memberi contoh desain yang mereka inginkan (apalagi sampai elemen yang mereka inginkan, misal jenis font yang mereka mau pakai). Lebih senang lagi dengan klien yang memilih desain yang sudah ada dan tinggal mengganti tulisan atau gambar saja. Klien idaman bagi saya.

 

5. Produksi yang sulit 

Makin rumit teknis produksi sebuah desain, tentu makin mahal dan ribet prosesnya. Apalagi jika sedang berada pada bulan-bulan yang padat, sehingga semua tempat produksi penuh. Apakah semua keribetan itu sepadan dengan kepuasan dan keuntungan? Biasanya sih iya. Tapi apakah sepadan dengan kehidupan sang desainer sebagai seorang manusia? Belum tentu.

Bayangkan saja begini, kamu dapat proyek bernilai besar dan prestise tinggi. Untuk itu, kamu harus mengorbankan waktu dan pikiranmu dari hal-hal yang kau senangi/ingin pelajari dan kamu terpaksa stuck tanpa ada perkembangan bagi diri (karena prosesnya lama dan hanya melakukan yang itu-itu saja dalam waktu lama).

Jangan menganggap remeh bagian produksi. Mereka juga bagian penting dari proses desain. Jadi, jangan kebangetan kalau nawar dan jangan bikin kemrungsung.

 

Kesimpulan

Nah, demikian 5 alasan kenapa jangan menjadikan desainer grafis sebagai profesi utama. Jadinya kalau ada klien rempong kita bisa jual mahal. Toh ga ada kerjaan desain pun kita sudah bisa hidup berkecukupan.

Enakan jualan desain praktis (apa sih bahasa tepatnya haha…), daripada desain “pesenan” pada umumnya. Contoh gini, kita jualan kaos atau case custom via online. Kita bikin desain template sebanyak mungkin, nanti pembeli tinggal pilih desain yang sudah ada, baru kita produksi. Banyak juga kok desain yang sama laku berulang kali. Enak kan?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s